Rabu, 12 Agustus 2015

Pasca Ops Kista

Pasca Ops Kista
Sharing lanjutan cerita sebelumnya tentang luka pasca operasi kista yg infeksi.
Perjuangan masih berlanjut !!
06 Juni 2015
Saya mendapat tindakan operasi Laparaskopi Kista coklat endometrosis di saluran rahim sebelah kanan ukuran 5.5cm dan 3.3cm dan saya mendapatkan perawawtan rawat inap selama 3 hari.
pasca operasi luka operasi di tutup selama 1 minggu menggunakan perban plastik tegaderm anti air.
1 minggu setelah operasi,
saya kembali kontrol ke dokter untuk lepas jaitan, proses pembukaan jahitan berlangsung cepat dan agak kurang nyaman dalam penanganan nya menurut saya. setelah itu dokter hanya menyarankan menggunakan salep dematrix, dan luka tidak perlu di tutup lagi (begitu menurut dokter).
2 minggu setelah pembukaan jahitan, tepatnya setelah lebaran 2 luka saya di bawah perut kanan dan kiri tiba2 bengkak dan berdarah kembali, saya dan ibu langsung memeriksa bekas luka tersebut. sesampainya di dokter seperti biasa penanganan dokter terkesan tergesa2 dan sedikit kasar, luka saya di tekan untuk mengeluarkan nanah, kemudian di cabut menggunakan pinset dan di suntik. prosesnya memang cepat tapi saya merasa sangat sakit sekali, dan tindakan dokter tsb membuat saya tidak nyaman.
setelah itu dokter menganjurkan saya menggunakan revanol dan kain kasa yg di ganti setiap hari selama seminggu, seperti yang sudah saya ceritakan di blog saya sebelumnya. saya fikir ini akan membuat luka saya sembuh ternyata penganan ini membuat luka saya semakin basah dan bengkak.
setiap pagi sebelum berangkat kantor, saya mengoleskan revanol di 2 bekas luka operasi kanan dan kiri kemudian saya menutup luka tersebut dengan kain kasa, sesuai dengan anjura dokter. mlm harinya sepulang kerja perban kasa yg tadi pagi di tempel tidak bisa di buka karena lengket, dan setiap akan di buka luka kembali berdarah. hal tersebut berlangsung berulang selama seminggu.
akhirya setelah 1 minggu luka malah semakin begkak dan bernanah saya memutuskan untuk pergi kembali ke RS menemui dokter tsb. sampai disana si dokter malah bilang luka saya sudah baik dan mengering, padahal menurut saya itu luka masih basah dan bernanah. saya di beri salep sibro oleh dokter, setelah saya menggunakan 2x luka saya terasa panas dan semakin membengkak. kemudian saya langsung menghubungi dokter, dan lagi lagi dia meminta saya untuk check up ulang dan berkonsultasi dengan dokter senior lainnya.
Akhirnya suami saya segera pulang dari batam menemani saya untuk pindah rumah sakit. pagi nya saya dan suami bertemu dengan DR. Irham di RS. Bunda, dokter ini merupakan rekomendasi sahabat saya, menurut dia dr. irham org nya sabar dan baik pada pasien.
saya sangat terkesan dengan dokter irham, org nya sangat sabar mendengar keluhan sakit saya dari mulai proses operasi dulu sampai infeksi pasca operasi, kemudian dokter memeriksa luka saya dan membersihkan dengan alkohol dan betadin, tidak seperti dokter sebelumnya dokter irham sangat sabar dan telaten dalam membersihkan luka operasi saya yg sedang bengkak pada saat itu. akhirnya luka sebelah kanan di tutup kembali selama seminggu sedangkan luka yg sebelah kiri di buka karena infeksi tidak terlalu parah.
oleh dokter irham saya diberi antibiotik dan salep garamysin,setelah penggunaan 2x luka yg tadinya bengkak langsung berangsur pulih, luka operasi saya berangsur kering dan tidak ada nanah dan darah lg. alhamdulillah akhirnya saya di tangani oleh dokter yang tepat.
terlihat dari foto di atas sebelah kiri, adl luka operasi sebelah kiri pada saat bengkak dan bernanah, ini menggunakan salep sibro yg di berikan oleh dokter di RS sebelumnya, sedangkan yg foto kanan adalah luka yg sama setelah di beri salep garamycin 2x dan terlihat membaik. sampai saat ini saya menggunakan salep garamysin hampir 5 hari dan luka sudah kering bahkan bekas luka pun hampir hilang. sabtu besok tgl 15 agustus 2015 adlh jadwal suntik trapos ke 3 dan saya memutuskan untuk melanjutkan suntik di RS Bunda saja, karena saya merasa lebih nyaman dengan dokter irham.
well, kesimpulan nya pandai2 lah dalam memilih dokter, dokter yg baik itu bukan hanya dokter yg antrian pasien nya panjang dan bukan dr sekedar membaca pengalaman org ttg dokter tsb, tp dokter yg baik itu dokter yg bisa membuat pasien nya nyaman, dokter yg responsif dan *bertanggung jawab thdp pasien*
Noted : saya tidak bilang dokter saya yg pertama tdk baik, buktinya pasien nya banyak dan komentar di blog thdp dokter tsb banyak yg positif, tp mungkin dokter tsb memang kurang cocok pada saat menangani saya, karena setiap org di berikan daya tahan tubuh yg berbeda, mungkin saya memang harus melalui kesakitan ini dulu semua karena Allah sudah memperisapkan hadiah yg luar biasa yg akan membuat saya lupa terhadap sakit yg pernah saya alami :)

5 komentar:

  1. Naa..kenapa ga coba berobat ke penang aja na? Kmrn sepupu aku punya kista ampe 5kg, puji Tuhan di penang langsung ssmbuh, awalnya rahimnya udh mau diangkat, tapi krn kecekatan dokter sana, smuanya balik ke normal, ampe skrg dia ga pernah ngeluh, paling cek up satu kali setahun aja. Mamaku jg udh 10 tahun berobat ke penang, satu klrga aku skrg smuanya udh kesana na, dr segi biaya jg ga terlalu mahal,na..

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh saya minta alamat berobatnya dimana gamba ?
      kebetulan saya juga penderita kista 6cm dan 1.1cm. mohon bantuannya.terimakasih

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Sis Emateta..boleh minta info RS & Dokter penanganan Kista di Penang? Tks

    BalasHapus
  4. Iya gatau ma di penang hehe
    Btw kista apa smpe 5kg ? Mium kali ?

    Na kista 5cm aja emang
    Skr udh sembuh semuanya lg nunggu haid setelah suntik tapros. Doain ya

    BalasHapus